PT. SOLID GOLD BERJANGKA BALI – Sesegera Korea Utara menarik personelnya dari sebuah kantor penghubung bersama di Kaesong, Jumat lalu, secepat itu pula Pyongyang kembali ke kantor itu hari Senin tanpa penjelasan apapun. Kantor penghubung antar-Korea itu dibuka menyusul pertemuan puncak ketiga antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Beberapa analis menafsirkan keputusan Korea Utara untuk meninggalkan kantor penghubung itu sebagai tanggapan atas penetapan sanksi Departemen Keuangan Amerika terhadap sejumlah entitas Korea Utara. Korea Utara kembali ke kantor tersebut setelah akhir pekan ini, menanggapi penangguhan sanksi-sanksi selanjutnya dari Trump, kata Bruce Klinger, peneliti senior untuk kawasan Asia Timurlaut di Heritage Foundation.

Klinger memperkirakan mungkin demikian penyebabnya seraya menambahkan Korea Utara cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk menanggapi. Klinger mengatakan apabila langkah Korea Utara itu dianggap sebagai suatu sinyal, “pesannya sangatlah samar dan tidak langsung mengenai menghukum Korea Selatan atas tindakan yang telah diambil Amerika.”

Ia menambahkan bahwa hal tersebut mungkin saja kelanjutan dari tren baru-baru ini setelah Hanoi, di mana Korea Utara tampak mengabaikan Korea Selatan. Sementara itu Kim Dong-yub, direktur riset di Institute for Far Eastern Studies di Kyungnam University, menyatakan tidaklah patut untuk menganalisis niat Korea Utara secara berlebihan.

“Kita mungkin kehilangan pesan intinya apabila menganggap penarikan tersebut hanya terkait dengan Amerika dan denuklirisasi. Penarikan tersebut harus dianggap sebagai pertanyaan mengenai peran kantor penghubung,” ujar Kim seraya menambahkan, “Ini juga menunjukkan ketidakpuasan Korea Utara terhadap Korea Selatan.” Ia mengatakan, tindakan Korea Utara terkait kantor penghubung itu adalah terkait dengan status hubungan antar-Korea.

Sumber : VOA

Leave a Reply

Your email address will not be published.