PT. SOLID GOLD BERJANGKA BALI – China menuding AS terlibat dalam terorisme ekonomi terang-terangan dalam perang dagang sengit di antara kedua negara.

Wakil Menlu China Zhang Hanhui menyampaikan tuduhan itu, Kamis (30/5), di Beijing, pada sebuah konferensi pers mengenai kunjungan resmi Presiden Xi Jinping ke Rusia pekan depan.

Beijing dan Washington telah terlibat dalam perang dagang sejak Juli lalu, setelah Presiden Donald Trump untuk kali pertama memberlakukan tarif terhadap ratusan produk China bernilai miliaran dolar sehingga memicu aksi saling balas peningkatan tarif. Kedua presiden sepakat untuk meredakan perang dagang tersebut Desember lalu sewaktu mereka mulai melakukan perundingan untuk mencapai kesepakatan dagang yang bertahan lama.

Namun kemudian Trump baru-baru ini meningkatkan pajak terhadap produk-produk China senilai 200 miliar dolar setelah menuduh Beijing tidak memenuhi janjinya untuk membuat perubahan struktural dalam praktik-praktik ekonominya.

Zhang mengatakan, China tidak menginginkan perang dagang, namun tidak takut menghadapinya. Ia menggambarkan tindakan-tindakan pemerintahan Trump itu sebagai aksi menekan secara ekonomi.

Beijing mengonter tindakan-tindakan Trump dengan mengumumkan peningkatan tarif terhadap produk ekspor AS bernilai 60 miliar dolar mulai 1 Juni.

Sumber : VOA

Leave a Reply

Your email address will not be published.