PT. SOLID GOLD BERJANGKA BALI – Ekonomi Jepang rebound sedikit dalam tiga bulan terakhir tahun 2018 seiring permintaan domestik memicu pertumbuhan setelah bencana pada kuartal sebelumnya.

Produk domestik bruto berekspansi 1,4 persen tahunan dalam tiga bulan hingga Desember, menyusul kontraksi terbesar sejak 2014 di kuartal ketiga, menurut laporan Kantor Kabinet Kamis. Hasilnya cocok dengan perkiraan ekonom.

Rebound di ekonomi Jepang menawarkan pembuat kebijakan jeda di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global karena ekonomi Tiongkok melambat dan perang perdagangan antara Washington dan Beijing terus berlangsung. Namun, perbandingan dengan seperempat yang terkena dampak bencana membuat momentum ekonomi tidak sepenuhnya jelas.

Rebound sepertinya tidak akan mengubah tekad Bank Jepang untuk melanjutkan dengan stimulus saat ini, mengingat inflasi yang menurun dan ketidakpastian di sekitar ekonomi global.

Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe melihat ekonomi untuk menunjukkan momentum yang kuat jelang kenaikan pajak penjualan yang berpotensi melemahkan pertumbuhan pada Oktober 2019.

Dampak perlambatan Tiongkok menjadi semakin terlihat seiring produsen Jepang Fanuc Corp dan Nidec Corp memangkas perkiraan laba mereka.

Ekspor naik 0,9 persen dari kuartal sebelumnya, pulih dari penurunan pada Juli-September.

Investasi bisnis naik 2,4 persen dari kuartal sebelumnya. Perkiraan median ekonom adalah untuk kenaikan 1,8 persen.

Konsumsi swasta meningkat 0,6 persen dari kuartal sebelumnya. Estimasi median adalah untuk kenaikan 0,7 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Leave a Reply

Your email address will not be published.