PT. Solid Gold Berjangka – Presiden ke-41 Amerika, George HW. Bush tutup usia di rumahnya di Houston, Texas, Jumat malam (30/11), demikin pernyataan juru bicara keluarga Bush. Kesehatan mantan presiden yang berusia 94 tahun itu tidak terlalu baik, karena penyakit Parkinson dan penyakit-penyakit lain. Kehidupannya di panggung dunia dan dunia politik Amerika mengalami pasang surut. Ia memenangkan pemilu Amerika pada tahun 1989, tetapi kemudian tidak terpilih kembali dalam pemilu berikutnya tahun 1992 karena memburuknya perekonomian dan tingginya tingkat pengangguran.

Bush menandai awal masa kepresidenannya dengan pernyataan pengukuhan yang terkenal yaitu “angin baru bertiup, dan dunia disegarkan dengan kebebasan yang seakan terlahir kembali; karena di dalam hati manusia dan pada kenyataannya, hari kediktatoran telah berakhir. Era totaliter sudah berlalu, gagasan-gagasan lama berakhir seperti daun-daun yang berguguran dari pohon yang tidak bernyawa.”

Pernyataannya itu segera terbukti dengan jatuhnya Tembok Berlin dan runtuhnya Uni Sovyet pada awal masa kepresidenannya. Bush bertemu dengan pemimpin Uni Sovey Mikhail Gorbachev tak lama setelah jatuhnya Tembok Berlin, dan pertemuan mereka di Malta itu dipandang sebagai batu loncatan penting menuju penandatanganan Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis diantara kedua pemimpin itu pada tahun 1991.

Pada empat tahun masa jabatannya di Gedung Putih, Bush memerintahkan operasi militer di Panama untuk menggulingkan pemimpin perdagangan narkoba, Manuel Noriega. Ia juga mengirim pasukan ke Timur Tengah untuk mengusir diktator Irak Saddam Hussein yang berupaya mengambilalih Kuwait yang kaya minyak. Hal itu mungkin merupakan titik tertinggi kepresidenan Bush dimana tingkat popularitasnya di mata pemilih Amerika mencapai 89 persen. ​

Namun dalam refleksi kepemimpinannya kemudian, pengiriman pasukan Amerika ke Kuwait dinilai sesuatu yang tidak berhasil karena banyak personil pasukan Irak yang justru kembali ke tanah air mereka, ketimbang ditangkap atau tewas, dan Saddam Hussein masih berkuasa hingga terguling pada tahun 2003 dalam invasi Amerika yang diperintahkan oleh putra Bush, Presiden George Walker Bush.

Bush Senior mengatakan ia menolak menggulingkan pemerintah Irak karena akan menimbulkan “biaya politik dan kemanusiaan yang tidak terhitung. Kita akan terpaksa menduduki Baghdad dan pada dasarnya, memerintah di Irak.” Bush Senior menikah selama 73 tahun dengan Barbara Pierce, perempuan yang dikenalnya pada masa remaja. Pernikahan mereka dikenal sebagai yang terlama di antara pasangan presiden Amerika. Barbara meninggal April lalu dalam usia 92 tahun.

Sumber: VOA News

Leave a Reply

Your email address will not be published.