Kasus Baru COVID-19 dalam Tujuh Minggu Terakhir Turun

WHO COVID 19

SOLID GOLD BALI – Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Senin (14/6), mengatakan meskipun jumlah kasus baru COVID-19 terus menurun selama tujuh minggu berturut-turut, virus corona masih terus menyebar dan membunuh orang di Afrika, wilayah yang hanya memiliki sedikit atau bahkan tanpa akses pada vaksin dan perawatan kesehatan.

Berbicara dari markas besar WHO di Jenewa, Dirjen WHO Tedros Adhanom-Ghebreyesus mengatakan penurunan keseluruhan kasus baru – yang terpanjang sejak pandemi berawal – tentu saja merupakan berita yang disambut baik. Namun ia menambahkan kematian secara keseluruhan tidka turun secepat itu dan hanya sedikit turun minggu lalu.

Tedros mengatakan penurunan kasus juga menutupi fakta bahwa virus mematikan ini terus menyebar dan membunuh di wilayah-wilayah seperti Afrika, yang memiliki keterbatasan akses pada vaksin dan perawatan kesehatan, seperti oksigen dan peralatan diagnostik.

Tedros mengutip sebuah penelitian baru-baru ini di jurnal medis Inggris “The Lancet” yang menunjukkan bahwa Afrika memiliki tingkat kematian global tertinggi di antara pasien COVID-19 yang sakit kritis, meskipun dibandingkan wilayah lain, negara itu memiliki lebih sedikit kasus yang dilaporkan.

Tedros mengatakan bukti yang ada menunjukkan varian baru telah secara substansial meningkatkan perebakan virus secara global, terutama di daerah-daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah. Risiko telah meningkat bagi orang-orang yang tidak dilindungi, yang merupakan sebagian besar populasi dunia, ujarnya. “Saat ini virus COVID bergerak lebih cepat dibanding distribusi vaksin secara global,” tambahnya.

Dirjen WHO itu menyampaikan rasa terima kasihnya pada para pemimpin negara-negara G-7 yang baru menyelesaikan pertemuan pekan lalu, yang menjanjikan 870 juta dosis vaksin lewat kerjasama vaksin global yang dikelola WHO – yaitu COVAX.

Tedros mengatakan meskipun sumbangan itu merupakan bantuan yang sangat besar, dunia membutuhkan vaksin yang lebih banyak dan lebih cepat. Ditambahkannya, untuk mengakhiri pandemi ini, sesuai tujuan bersama maka sedikitnya 70% populasi dunia sudah divaksinasi tahun depan. Ini berarti membutuhkan 11 miliar dosis vaksin, dan “G-7 dan G-20 dapat mewujudkan hal ini.”

Sumber : VOA

Baca juga:

Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka

Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar

Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial

Solid Gold | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Luar Biasa Solid Gold Berjangka

Solid Gold | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan

Solid Gold | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh

Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan

Solid Gold | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan

Solid Gold | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial

Solid Gold | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih

Solid Gold | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif

Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru

Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi

Solid Gold | Perang Dagang Buat Emas Berkilau

Solid Gold | Harga Emas Anjlok

Solid Gold | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini

Solid Gold | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan

Solid Gold | Olein Akan Meningkat di 2020

PT Solid Gold Berjangka | FAQ

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.