PT. SOLID GOLD BERJANGKA BALI – Saham-saham AS di Wall Street melemah pada Selasa (17/09) pagi setelah terjadi serangan drone pada fasilitas dan ladang minyak Arab Saudi.

Tetapi sektor energi melonjak lantaran harga minyak mentah yang juga mencetak lompatan satu hari terbesar dalam hampir 30 tahun.

S&P 500 melemah 0,31%, ditutup di bawah level 3.000 untuk pertama kalinya dalam empat hari.

Kemunduran pasar terjadi setelah indeks utama AS baru saja menikmati kenaikan tiga minggu berturut-turut dalam sebuah rally yang dimulai dengan harapan bahwa perang perdagangan AS-Cina bisa mereda. Namun, ketegangan di Timur Tengah kembali mencuat usai serangan yang menargetkan fasilitas minyak Arab Saudi yang memproduksi sekitar 10% dari minyak mentah dunia.

Pemerintahan Trump menyalahkan Iran atas serangan itu. Iran membantah tudingan tersebut. Kombatan di Yaman, yang terlibat perang dengan Saudi, mengaku bertanggung jawab.

Saham-saham S&P 500 yang rentan terhadap perubahan harga energi menderita kerugian besar, seperti American Airlines (NASDAQ:AAL); United Airlines (NASDAQ:UAL) dan operator jalur pelayaran Carnival (NYSE:CCL).

Tetapi kerugian diimbangi oleh keuntungan besar saham Apache (NYSE:APA), Cimarex Energy (NYSE:XEC) dan Helmerich and Payne NYSE:HP). Faktanya, sektor energi sejauh ini merupakan sektor unggulan S&P 500.

Pada saat yang sama, General Motors (NYSE:GM) terpukul oleh aksi mogok buruh, dan News Corp (NASDAQ:NWSA) melemah.

Kemerosotan pasar terjadi ketika minyak mentah West Texas Intermediate mencapai level hampir $63 per barel dan minyak mentah Brent berjangka menetap di atas level $69.

Emas Berjangka juga menguat di mana banyak investor mencari perlindungan dari risiko geopolitik. Imbal hasil obligasi juga jatuh, yang mencerminkan peralihan aset ke tempat yang aman. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun menjadi 1,849% dari hari Jumat pada 1,899%.

Federal Reserve memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa dan diperkirakan akan memangkas suku bunga dana federal sebanyak 25 basis poin pada Rabu waktu setempat.

Kemerosotan pasar saham meluas dengan pasar saham-saham jatuh di negara-negara seperti JermanPerancis, Cina, India dan Brasil. Pasar saham Jepang ditutup libur.

Dolar bergerak naik terhadap mata uang utama.

Bursa jatuh sekitar 1% dari rekor tertinggi sepanjang masa di bulan Juli. Dow berakhir turun 1,17% dari puncak Juli. Nasdaq melemah 2,2% dari puncaknya musim panas ini.

Apache (NYSE:APA), kontraktor pengebor minyak dan gas, Helmerich and Payne Inc (NYSE:HP), Devon Energy Corporation (NYSE:DVN) dan Cimarex Energy (NYSE:XEC) termasuk di antara saham unggulan S&P 500.

American Airlines (NASDAQ:AAL), perusahaan pengemasan Amcor (NYSE:AMCR), Sealed Air (NYSE:SEE) dan General Motors (NYSE:GM) termasuk di antara pemain S&P 500 yang tertinggal.

SUMBER : INVESTING.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published.