PT. SOLID GOLD BERJANGKA BALI – Untuk pertama kalinya, Presiden Iran Hassan Rouhani hari Rabu (27/3) meninjau kawasan banjir setelah hujan lebat selama sembilan hari menggenangi sebagian besar Iran dan menewaskan 43 orang.

Pihak berwenang kewalahan mengatasi banjir setelah hujan sangat deras, setara separuh tingkat rata-rata tahunan, tercurah dalam 24 jam.

Bencana itu, yang dikatakan seorang menteri akibat perubahan iklim, terjadi di tengah libur Tahun Baru Iran, dengan banyak pekerja bantuan cuti dan jutaan orang yang berlibur sedang dalam perjalanan.

Rouhani kemudian terbang ke provinsi Golestan di Iran timur laut, salah satu daerah di mana banjir pertama kali melanda pada 19 Maret dan sejak itu menewaskan sedikitnya 10 orang, menurut angka resmi terbaru.

Berbicara pada pertemuan krisis di Golestan yang disiarkan langsung di televisi pemerintah, Rouhani menanggapi kritik bahwa ia lambat mengunjungi zona yang dilanda bencana itu.

Banjir itu menyebar cepat dari utara ke barat dan selatan negara itu pada 25 Maret sebelum melanda bagian tengah Iran ketika cuaca bergerak ke timur.

Sumber : VOA

Leave a Reply

Your email address will not be published.