PT. SOLID GOLD BERJANGKA BALI – Sekalipun pemerintah berharap maskapai penerbangan menyesuaikan harga tiket, namun regulator tidak dapat mengintervensi tarif pesawat. Regulator hanya bisa menentukan batas atas dan bawah tarif pesawat.

“Kalau menurut apa yang berlaku di seluruh dunia harga apapun termasuk tiket pesawat, regulator itu tidak bisa menekan mengatur-atur,” kata pengamat penerbangan, Arista Atmajati, Minggu (21/4/2019).

Regulator, kata dia, hanya bisa mengatur sebatas menentukan batas atas dan bawah tarif pesawat. Selanjutnya, kata dia, maskapai hanya perlu menjual tiket sesuai koridor yang sudah dibuat pemerintah.

“Kalau melanggar ya kena sanksi. Selama dia tidak melanggar kan sekarang memang cenderung di batas atas terus pasti maskapai ada alasannya,” ujar Arista.

Jika nantinya maskapai mengikuti untuk menjual harga tiket murah namun mengalami kebangkrutan, kata dia, maka pemerintah atau regulator tidak bisa bertanggung jawab. Dia mengatakan banyak maskapai yang sebelumnya bangkrut seperti Merpati, Mandala Air, Adam Air, dan maskapai lain, yang sudah tutup juga bukan merupakan tanggung jawab regulator.

“Kalau bangkrut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga enggak ada satu kalimat ucapan bela sungkawa juga. Boro-boro bantu, ucapan bela sungkawa juga enggak,” ungkap Arista.

Untuk itu, Arista menegaskan pemerintah tidak perlu menerapkan subclass untuk maskapai jika tidak menurunkan tarif tiket pesawat. Hal tersebut juga tidak diberlakukan di negara manapun karena berhubungan dengan kelangsungan bisnis maskapai.

SUMBER : INVESTING.COM

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.